Summertime Record no 8
Jika saja aku bisa menutupi mataku...
Begitulah pikiran konyol yang terlintas di benakku saat aku menatap kosong ke pemandangan yang mengerikan, "memfokuskan" sudut pandangku. Melihat seseorang, yang baru saja bercanda denganku sore ini, memuntahkan darah dan jatuh ke tanah. Melihat yang lain, yang memperhatikan kekhawatiran kecil yang kumiliki, tertembak oleh peluru itu dan terbaring diam. Melihatnya berubah seperti itu dan melakukan semuanya, seolah-olah meremas serangga yang berkeliaran di ruangan itu.
Semuanya ada di sana, seolah-olah diproyeksikan ke layar film, dan yang bisa kulakukan hanyalah berdiri di sana dengan kosong dan menonton.
Jika aku bisa berbicara dengannya, haruskah aku memanggil namanya?
Jika aku bisa menjangkau dia, haruskah aku meninju kepalanya?
Jika aku bisa berada di sana…
…Tapi aku tahu. Aku mengerti, lebih menyakitkan daripada orang lain, apa yang dapat kulakukan.
Aku tahu aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Itu pasti mengapa kemampuan ini memilihku.
| Sebelumnya | Daftar isi | Selanjutnya |

Komentar
Posting Komentar